Ayo Resik-resik Kali

Ayo Resik-resik Kali

13 Oct 2021
Opini

Gayakumedia.com – Dalam beberapa pekan terakhir, hujan turun di beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah, tak terkecuali di Kabupaten Kudus. Kendati intensitasnya belum tinggi, namun ada beberapa hal yang mesti disikapi oleh masyarakat secara umum.

Hujan yang dalam Bahasa Jawa disebut dengan “Jawoh” adalah akronim dari “Jaa’a rahmatullah” (datangnya rahmat dari Allah). Dengan kata lain, datangnya hujan ini diharapkan akan membawa berkah bagi makhluk Allah, tanpa terkecuali.

Masalahnya, tak jarang, musim hujan itu tak sekadar memberi harapan bagi turunnya rahmat, tetapi tak sedikit pula yang waswas, lantaran dihantui dengan berbagai bencana yang mungkin terjadi; longsor atau banjir.

Ya, banjir seringkali terjadi saat musim hujan. Di beberapa titik yang cukup tinggi, juga rawan terjadi longsor. Di wilayah-wilayah (titik) yang seringkali terjadi musibah saat musim hujan itu, maka waswas ini sangat wajar muncul dalam sanubari.

Satu dua atau lebih permasalahan yang memicu terjadinya musibah saat musim hujan, khususnya musibah banjir, masyarakat sudah sangat mafhum, kiranya. Antara lain drainase yang kurang lancar di sungai-sungai (kali) dan sampah-sampah yang menumpuk di kali karena olah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Apa kemudian yang harus dilakukan? Saling menyalahkan satu sama lain, tentu bukan solusi. Tetapi yang pertama-tama harus disadari adalah, bagaimana agar masing-masing dari kita, janganlah sesekali membuang sampah di sungai (kali), karena dampak negatifnya luar biasa.

Jangan pernah merasa “ah, Cuma sedikit sampah yang aku buang ke sungai”. Karena jika banyak orang yang memiliki pemikiran sama, maka dari sedikit sampah yang di buang oleh seseorang, di susul lainnya yang tidak sedikit, maka gunungan sampah akan menjadi kenyataan yang tak terhindarkan.

Selanjutnya, sebagai antisipasi terhadap terjadinya banjir akibat gunungan sampah di kali (sungai), maka tak ada salahnya masyarakat saling bergotong royong membersihkan sampah-sampah di sungai (kali).

Masih ada waktu. Mumpung intensitas hujan masih rendah, sehingga resik-resik kali bisa dilakukan. Ayo resik-resik kali. Sebagai salah satu ikhtiar, menghindarkan dari musibah banjir yang seringkali terjadi saat musim hujan. (redaksi)