Bershalawat:  Tata Cara, Hukum dan Maknanya

Bershalawat: Tata Cara, Hukum dan Maknanya

16 Oct 2021
Kalam

Gayakumedia.com - Momentul peringatan maulid Nabi Muhammad, umat Islam memperbanyak membaca shalawat, baik di musala – musala maupun masjid, juga di jamaah-jamaah yang banyak digelar warga.

Membaca shalawat sendiri merupakan ‘amalan’ yang merupakan perintah Allah. Allah menyatakan dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada Nabi, wahai orang – orang yang beriman, bershalawatlah atasnya (kepada Nabi) dan bersalamlah kepadanya dengan penuh penghormatan," (QS Al Ahzab : 56)

Makna Allah bershalawat kepada Nabi, adalah pujian Allah kepada Nabi di hadapan para malaikat. Makna malaikat bershalawat kepada Nabi adalah memintakan rahmat dan ampunan kepada Nabi.

Rasulullah Muhammad bersabda:

"Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu itu zakat (pembersih dosa) untukmu". (HR Ibnu Mardawaih; Al Jami')

" ... Bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kalian sampai kepadaku di mana saja kalian berada". (HR Nasa'i, Abu Dawud dan Ahmad, disahihkan An-Nawawi)

Makna Shalawat

Secara harfiyah, shalawat artinya doa atau memberi berkah. Adapun pengertian “kita bershalawat kepada Nabi" adalah mengakui kerasulannya, serta memohon kepada Allah agar memberi keutamaan dan kemuliaan kepada Nabi, dengan menjayakan agama yang dibawanya di atas segala agama yang lain, dan agar Allah memuliakan Rasulullah atas seluruh para Nabi yang lain.

Al Hulaimi dan Asy-Syu'ab berkata: Makna shalawat kepada Nabi adalah mengagungkannya. Karena itu makna ‘Allahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin’ adalah 'Yaa Allah, agungkanlah dan muliakanlah Nabi Muhammad dengan menjayakan agama yang dibawanya, meninggikan sebutannya, mengekalkan syariatnya di dunia dan menerima syafaatnya terhadap umatnya, serta memberikan wasilah dan maqam mahmud (terpuji) kepadanya di akhirat.

Hukum Bershalawat

Banyak pendapat para salafus saleh tentang hukum bershalawat: amal yang disukai (ath-Thobari), wajib (Ibnu Qoshshor), wajib, sekali seumur hidup (Ar-Rozi,Ibnu Hazm), wajib dalam tasyahud akhir (asy-Syafi'i), wajib dalam dua tasyahud (Asy-Sya'bi), wajib setiap mendengar nama Nabi Muhammad (Ath-Thohawi, Hanafiyah), wajib di setiap majelis (Az-Zamakhsyari), dan lainnya.

Keutamaan shalawat banyak sekali, antara lain: Allah membalas dengan 10 kali shalawat (HR Muslim); mendapat syafaat dihari kiamat (HR.Thobroni); Manusia paling utama di sisi Nabi di hari kiamat (HR Tirmidzi); Mendapat rahmat Allah; Meninggikan derajat; Menghapus kesalahan; Mendapat kebaikan; Kesempurnaan iman; Melapang dada; Diterimanya doa; Dekat pada Allah, dan masih banyak lagi.

Waktu khusus bershalawat yaitu sesudah azan, saat masuk/ keluar masjid, sesudah membaca tasyahud akhir, dalam salat jenazah, di antara takbir-takbir salat 'Id, di awal/ akhir doa, saat hendak memulai urusan penting, di akhir qunut, di malam Jum'at, dalam khutbah, saat ziarah makam Nabi Muhammad, saat bermajelis, saat ditimpa kesusahan, waktu pagi dan petang, saat disebut nama Nabi Muhammad, dan lainnya.

Bagaimana Cara Bershalawat?

Tentu saja mengikuti tuntunan Nabi Muhammad dalam mengamalkannya, karena itu bagian dari ibadah. Dan tentu saja, mengikuti Nabi adalah suatu keharusan, kemuliaan dan pasti dalam keselamatan, terhindar dari penyimpangan (bid'ah).

Lafaz shalawat yang dituntunkan Nabi adalah sebagaimana yang diajarkan Baginda dalam tasyahud akhir atau lafaz-lafaz lain yang diajarkan melalui hadis-hadis sahih. Antara lain:

"Allahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammadinin Nabiyyil Ummiyyi wa Azwaajihi Ummahaatil Mukminin wa Dzurriyyatihi wa Ahli Baitihi kama shallaita 'alaa Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim. Innaka hamiidummajiid."

Artinya: Ya Allah,muliakanlah Muhammad, Nabi yang ummi. Dan muliakanlah istri-istrinya, ibu segala kaum mukminin, keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana Engkau memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia". (HR.Muslim dan Abu Dawud).

Bacaan shalawat dengan lafaz yang ringkas, misalnya: "Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad" (Artinya: Ya Allah muliakan Muhammad dan keluarganya" (HR Abu Dawud dan Nasa'i)

Lainnya: "Allahumma shalli 'alaa Muhammadinin Nabiyyil Ummi wa 'alaa aali Muhammad" (Artinya: Ya Allah, muliakan Muhammad, Nabi yang ummi dan keluarganya" (HR Abu Dawud, dari Uqbah bin Amir).

Akhirnya, marilah pada momentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, kita memperbanyak membaca shalawat. Wallahu a’lam. (Abi Zaim, disadur dari berbagai sumber)