Bulan Mengingat “Mereka” yang Kurang Beruntung

Bulan Mengingat “Mereka” yang Kurang Beruntung

03 Apr 2022
Opini

Gayakumedia.com – Ramadan, bulan suci umat Islam ini memang istimewa. Selain istimewa, ini juga bulan yang diistimewakan, karena banyak keistimewaan yang ada di bulan yang dikenal dengan bulan penuh berkah dan rahmat ini.

Ya, banyaknya keistimewaan Ramadan ini memang tidak bisa ditampik. Yang kasat mata saja, setiap kali Ramadan, masjid – masjid, musala – musala, pondok – pondok pesantren dan lainnya, semarak dengan aktivitas – aktivitas keagamaan; tadarusan, kajian keagamaan, kultum (kuliah tujuh menit), ngaji pasanan di pesantren – pesantren, pesantren kilat di sekoah – sekolah, dan lainnya.

Tak hanya forum “ilmiah” keagamaan, tetapi yang tak kalah “semarak” adalah masyarakat yang secara sadar meningkat rasa kepedulian sosialnya, yang di antaranya ditunjukkan dengan semaraknya aktivitas sedekah selama Ramadan. Belum lagi, ada pula zakat wajib yang mesti dikeluarkan saat Ramadan (menjelang Idulfitri, red); zakat fitrah.

Soal sedekah ini, juga ada banyak ragamnya. Ada yang dengan memberikan takjil untuk berbuka puasa di masjid – masjid atau musala. Ada yang memberi penganan (jaburan) untuk mereka yang tadarus. Selain itu, ada yang memberi makam sahur untuk petugas tarkhim.

Dan tentu saja –baik secara mandiri maupun ikut berpartipasi- dalam santunan yatama dan dhuafa, yang sering digelar pada pekan terakhir Ramadan atau jelang Lebaran (Idulfitri). Yang tujuannya, adalah untuk berbagi kebahagiaan dan meringankan beban orang – orang yang kurang beruntung, khususnya menghadapi Lebaran.

Dengan kata lain, Ramadan selain istimewa dan diistimewakan karena merupakan bulan turunnya al-Quran, dan di dalamnya ada satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan; lailatul qadar, juga bisa disebut sebagai “bulan pengingat”.

Mengingat tentang apa? Tentu untuk mengingat bahwa masih banyak orang – orang kurang beruntung yang memerlukan uluran tangan, bantuan, dan perhatian dari orang lain yang lebih beruntung dan mapan secara ekonomi.

Jika di balik, maka ini sekaligus momentum bagi orang – orang yang mapan secara ekonomi dan hidup berkecukupan, untuk senantiasa bersyukur atas limpahan rahmat dan berkah yang diberikan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena diberi kelebihan rizki dan hidup dengan nyaman.

Dan sebagai salah satu tanda syukur, adalah dengan ikhlas berbagi kepada orang lain, kepada saudara – saudaranya yang kurang beruntung itu. Dan Ramadan, merupakan bulan yang tepat untuk mengingat akan itu semua. Wallahu a’lam. (redaksi)