Di Ngawi, Peserta Didik, Orang Tua, dan Guru Dibekali Parenting

Di Ngawi, Peserta Didik, Orang Tua, dan Guru Dibekali Parenting

22 Nov 2021
Pendidikan

Gayakumedia.com - Pada Sabtu (20/11/2021) lalu, Pondok Pesantren (Ponpes) Syarifatul ‘Ulum Katerban, melalui salah satu unit lembaga pendidikan yang dimilikinya, yakni SMP Syariatul 'Ulum Katerban, Widodaren, Ngawi melakukan pembekalan terkait parenting.

Pembekalan parenting ini tidak hanya untuk orang tua (wali santri), juga diikuti oleh para peserta didik (santri), para pendidik (guru) dan para kepala sekolah SD/ MI yang ada di sekitar Ponpes tersebut.

Ning Lum'atul Khoirot Lc, ketua panitia acara, menyampaikan, bahwa di era sekarang, banyak permasalahan yang dihadapi oleh oleh wali santri dalam mendidik (mengasuh), yang sebagian besar merupakan santri generasi Z.

“Ini dikarenakan kesibukan orang tua yang luar biasa, maupun kurangnya pengetahuan orang tua tentang bagaimana cara mengasuh anak dengan benar terutama, terlebih di era yang serbadigital seperti sekarang, lengkap dengan derasnya informasi di tengah canggihnya teknologi saat,” terangnya.

Maka, lanjut Ning Lum'atul Khoirot, menambahkan, pembekalan parenting ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pencerahan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada pada santri maupun orang tua (wali santri).

Tatik Mukhoyyaroh, dosen Psikologi dan Kesehatan pada UIN Sunan Ampel, Surabaya,pada kesempatan itu memaparkan secara luas mengenai bagaimana pola pengasuhan anak atau santri yang baik. Salah satunya bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan bermain gadget.

Dalam pandangannya, di era digital yang semakin canggih ini, tidak hanya orang dewasa yang leluasa menggunakan gadget untuk pekerjaan. “Santri yang masih kecil maupun yang sudah beranjak dewasa pun banyak yang menjadi pecandu gadget,” ungkapnya.

Ditambahkannya, banyaknya ragam dan jenis media sosial, juga membuat anak lebih leluasa mendapatkan informasi dari berbagai sumber, baik informasi yang benar maupun yang kurang baik.

“Selain informasi, terasa sudah lazim bagi anak zaman sekarang fokus bermain game melalui smartphonenya ketimbang fokus belajar. Kunci mengatasninya, perlu dibuat kesepakatan antara orang tua dengan anak, dan perlu pula mencoba anak dibuatkan kegiatan-kegiatan positif,” tuturnya. (ros/ zaim)