Ganjar Minta Diperhitungkan Secara Matang

Ganjar Minta Diperhitungkan Secara Matang

09 Mar 2021
Politik

Terkait Rencana Pemerintah Impor Beras

Gayakumedia.com – Pemerintah pusat berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton pada awal tahun ini. Impor terpaksa dilakukan, untuk menjaga stok beras nasional.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, menjelaskan, impor beras sebesar 1 juta ton, yang dibagi 500.000 ton untuk cadangan beras pemerintah (CBP), dan sisanya sesuai kebutuhan Bulog.

Dikatakannya, stok beras perlu dijaga, karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa PPKM. Selain itu, adanya bencana di beberapa tempat, dinilai turut mengancam ketersediaan pasokan beras nasional.

Namun begitu, pemerintah pusat diharapkan memperhitungkan secara matang, terkait rencana melakukan impor beras itu. Pasalnya, para petani di Indonesia, termasuk di Jateng, kini sudah mulai memasuki masa panen.

"Sebaiknya diperhitungkan dengan matang, karena ini lagi mulai petani kita panen. Petani butuh perhatian, agar hasil panenannya betul-betul bisa terbeli, karena ongkos produksinya kemarin tidak murah," terang Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai mengikuti Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Hotel PO Semarang, Senin (8/3/2021) kemarin.

Dia meminta pemerintah memperhitungkan betul, urgensi impor beras sebanyak 1 juta ton itu. Itu supaya tidak mengguncang situasi, saat memasuki masa panen. "Jika alasan darurat bencana, boleh-boleh saja. Atau impor beras khusus, karena kebutuhan daerah tertentu, silakan. Tetapi harus dijelaskan secara detil,” harapnya.

Ganjar menambahkan, pada musim panen ini, produksi beras di Indonesia dipastikan surplus. Dari perhitungan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng saja, diperkirakan akan surplus sebanyak 1 juta ton.

"Iya, kira-kira begitu (surplus). Kemarin dinas (Distanbun, red) sudah menghitung, kalau dari sisi kebutuhan, kita bisa surplus 1 jutaan (ton)," ungkap orang nomor satu di Jateng tersebut. (ros/ zaim)