Keharusan, Digitalisasi UMKM di Era Kekinian

Keharusan, Digitalisasi UMKM di Era Kekinian

06 Apr 2022
Politik

Gayakumedia.com - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jateng ini, buka-bukaan di depan Gubernur Ganjar Pranowo terkait keuntungan masuk di dunia digital dan bergabung dengan e-commerce. Mulai dari peningkatan omzet ratusan persen, sampai penentuan strategi penjualan melalui pendampingan pemerintah daerah dan e-commerce.

Ganjar Pranowo, mengatakan, digitalisasi UMKM sudah menjadi keharusan dalam dunia bisnis kekinian. Selain membuat produk yang dijual terkenal, digitalisasi UMKM juga dapat mendongkrak omzet dan membuka peluang usaha lebih luas.

"Sudah keharusan kalau mau bisnis harus masuk digital. Kalau tidak, pasti nanti akan dilibas lainnya. Ketika UMKM go digital, mereka mulai mengubah cara berbisnis. Packaging harus bagus, difoto harus bagus, onboarding proces dilakukan sampai di belakang diajari manajemen logistik. Mau tidak mau mereka harus belajar. Belajarnya tidak lama apalagi ada contohnya," katanya saat membedah digitalisasi UMKM dan rahasia jualan online secara daring bersama Shopee, Rabu (6/4/2022) sore.

Dalam acara itu, Ganjar berkesempatan berbincang dan membedah rahasia cuan jualan online para pelaku UMKM di Jateng. Uniknya, pelaku UMKM yang hadir merupakan mereka yang sudah memulai bisnis secara offline. Sebelum akhirnya merambah masuk dunia digital dan e-commerce sehingga meningkatkan pendapatan hingga ratusan persen.

Pemilik usaha Eboni Watch, Afida Fajar Aditya, misalnya. Saat ditanya mengenai penjualan, ia mengaku usaha jam tangan kayunya mengalami peningkatan pesat sejak masuk e-commerce. Biasanya per bulan penjualan hanya berkisar 50-200 unit setelah masuk digital (e-commerce) meningkat sampai 1.500 unit per bulan.

"Peningkatannya bisa lebih dari 500 persen dan peningkatan paling pesat justru saat pandemi. Pembelinya mulai Aceh sampai Papua, kalau luar negeri Afrika Selatan dan Rusia. Feedback konsumen justru menjadi manfaat yang besar, sehingga bisa improve lebih baik," katanya.

Reni Rubiati, pemilik usaha Batik Parisya, mengutarakan hal senada. Sejak masuk e-commerce pada 2015, ada tim yang membimbing dan mendampingi. Satu bulan pertama penjualan masih di bawah 100 pcs, tapi terus meningkat dan sekarang per bulan bisa 600 pcs. "Di era pandemi kami juga diberikan pilihan untuk promosi yang sesuai, agar konsumen ada minat belanja," ungkapnya. (ros/ zaim)