Keluarga Besar PAI Jawa Tengah Ikuti Webinar GNLD

Keluarga Besar PAI Jawa Tengah Ikuti Webinar GNLD

24 Nov 2021
Pendidikan

Gayakumedia.com - Ribuan Keluarga besar Pendidikan Agama Islam (PAI), mulai dari Bidang PAI Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Seksi PAI/PAKIS Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, Pengurus dan anggota Pokjawas PAI, AGPAII, FKG PAI TK, KKG PAI SD, SLB, MGMP PAI SMP, SMA, SMK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah mengikuti Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Selasa (23/11/2021) kemarin.

Webinar bertajuk “Transformasi Digital untuk Pendidikan: Menyongsong Generasi Emas” ini salah satunya mendaulat Kepala Bidang PAI, Imam Buchori menjadi pemateri.

Dia menyampaikan, bahwa tahun 2045, adalah momentum penting perjalanan sejarah Indonesia yang menapaki usia 100 tahun. “Pada tahun itu, harapannya Indonesia diisi generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif, inovatif, produktif, berkarakter kuat, damai dalam berinterkasi sosial, sehat - menyehatkan serta berperadaban unggul,” tuturnya.

Untuk mencapainya, menurut Imam, perlu adanya literasi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi pelajar, guru, pengawas, dan pegawai. Terlebih jika melihat jumlah pengguna internet Indonesia hingga 2021 ini mencapai 202,6 juta. Selain itu, di era digital ini perlu ada pemahaman tentang moderasi beragama, dengan indikatornya antara lain komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi.

Lima Karakter

Moch Mu'izzuddin, Subkoordinator Seksi Sistem Informasi Bidang PAI Kanwil Kemenag Jateng yang juga didaulat sebagai narasumber, pada kesempatan itu mengemukakan pentingnya membangun generasi emas dengan lima nilai karakter. Yakni religius, mandiri, gotong royong, nasionalis, dan integritas.

“Selain itu, juga perlu menciptakan ruang virtual yang sehat. Caranya, dengan memproduksi konten-konten positif serta edukatif yang menguatkan falsafah Negara dan moderasi beragama,” terangnya. 

Untuk pola interaksi, menurut Moch Mu'izzuddin, perlu memegang lima prinsip. Lima prinsip itu adalah right (setiap orang memiliki hak asasi sendiri); respect (menghormati hak, budaya dan karya orang lain dalam memanfaatkan media digital); responsibility (bertanggung jawab dalam memanfaatkan media digital); reasoning (berpikir kritis dalam memanfaatkan media digital); dan resilience (tangguh menghadapi dan menanggulangi dampak negative dunia digital).

Sementara itu, GNLD ini juga disemarakkan oleh kehadiran para narasumnber lain, di antaranya Ja’far Ahmad (direktur Lembaga Survey IDEA Institute Indonesia), Riant Nugroho (pengajar dan pegiat literasi digital), Rosaliana Intan Pitaloka (Duta Bahasa Jawa Tengah 2018). Acara dipandu oleh Nabila Nadjib. (ros/ zaim)