Kliwon Kisahkan Anaknya Lulusan SMKN Jateng Diterima Jadi Polwan Di Mabes Polri

Kliwon Kisahkan Anaknya Lulusan SMKN Jateng Diterima Jadi Polwan Di Mabes Polri

31 Mar 2022
Esai

Gayakumedia.com – Kliwon tak mampu menahan derai air matanya, saat mengisahkan keberhasilan Rumaniyah, anaknya yang diterima menjadi Polwan dan bertugas di Mabes Polri Jakarta setelah lulus dari SMK Negeri Jawa Tengah. Ia tak menyangka, putri kelimanya itu “menjadi orang” dan mampu mengangkat kesejahteraan keluarga.

Rumaniyah merupakan lulusan angkatan pertama SMK Negeri Jawa Tengah tahun 2017 lalu. Saat ini, Rumaniyah bekerja di Satker Divisi TIK Mabes Polri, dan kini juga tercatat sebagai mahasiswa semester VIII di Universitas Nusa Mandiri.

“Saya nggak pernah menyangka, Rumaniyah bisa berhasil. Anak saya enam, lainnya buruh jahit. Hanya Rumaniyah yang berhasil sekolah, dan saya bangga,” ujar Kliwon, warga RT 11 RW 4 Desa Tangkil Kulon, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/3/2022).

Dia mengaku hidup di bawah garis kemiskinan. Sehari-hari, dirinya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Sehingga, dengan masuknya Rumaniyah di SMK Negeri Jawa Tengah, ia pun sangat bersyukur. “Saya tidak punya apa-apa untuk menyekolahkan. Rumaniyah itu sekolahnya gratis di SMK Negeri Jawa Tengah Semarang,” terangnya.

Tanpa mengeluarkan biaya apapun saat menempuh pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah, Rumaniyah kemudian diterima menjadi Polwan di Mabes Polri secara gratis. Bahkan, kini ia bisa membelikan sebidang sawah untuk ayahnya seharga Rp 140 juta.

“Awalnya mau rehab rumah, tapi saya minta belikan sawah saja harganya Rp 140 juta atau seluas sekitar 1.000 meter lebih. Jadi, sekarang sudah jarang menjadi buruh tani, tapi garap sawah sendiri. Kalau panen bisa dapat delapan kuintal padi,” katanya.

Selain itu, Rumaniyah secara rutin mengirim uang bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Kalau kebutuhan makan, sering dibantu. Saya senang anak saya bisa kerja, bisa bantu orang tua,” tuturnya.

Kliwon pun senantiasa berpesan, agar Rumaniyah bisa menjaga diri dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi Negara. “Jangan korupsi. Harus jujur. Itu saja,” ujarnya. (ros/ zaim)