"Konsep Bisnis Sufistik Al-Ghazali" Antarkan KH Sofiyan Hadi Raih Doktor

"Konsep Bisnis Sufistik Al-Ghazali" Antarkan KH Sofiyan Hadi Raih Doktor

17 Apr 2021
Inspirasi

Gayakumedia.com - Kebanyakan orang, khususnya umat Islam, tentu lebih mengenal Imam Al-Ghazali (Wafat: 1111 M) dari sisi sufistik saja. Padahal, Imam Al-Ghazali juga memiliki pemikiran yang menarik terkait ekonomi.

Hal itu diungkap oleh KH Sofiyan Hadi Lc MA dalam disertasinya dengan tema “Bisnis Sufistik: Studi Pemikiran Ekonomi Al Ghazali (W. 1111 M)”, yang berhasil dipertahankan di depan pengujinya pada Ujian Promosi Doktor di UIN Walisongo Semarang, baru – baru ini.

Para penguji dalam kesempatan itu, terdiri atas Prof Dr H Abdul Ghofur M.Ag, Prof Dr H Suparman M.Ag, Dr H Abdul Muhaya MA, Dr Ali Murtadlo Mag, Dr Sulaiman M.Ag, Dr MUhammad Sulthon M.Ag, Dr Muhyar Fanani M.Ag dan Prof Dr Imam Suprayogo MA (penguji eksternal, UIN Malang).

“Adalah hal yang perlu dipahami, bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja dan menjadi produktif. Al-Ghazali telah berhasil mendamaikan dikotomi antara dunia dan akhirat, antara bisnis dan tasawuf, antara menjadi pengusaha kaya dan masuk golongan al-Shiddiqin,” kata KH Sofiyan Hadi.

Pengasuh Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus ini mengatakan, bahwa konsep bisnis sufistik Al-Ghazali dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Keadilan (‘adl), kebaikan (ihsan) dan kasih sayang (syafaqah).

“Dari nilai-nilai inti (core values) tersebut, muncul 19 karakter mulia, sebagaimana yang sekarang dipandang sebagai fondasi spiritual bagi pelayanan unggul yang sustainable. Yaitu pelayanan sejatinya harus lahir dari komitmen yang tidak bersyarat terhadap orang lain. Dan ini adalah hasil dari merasakan keadaan (empathy), kasih sayang (compassion), rendah hati (humility), serta cinta (love) kepada orang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut KH Sofiyan Hadi menambahkan, untuk meraih keselamatan, termasuk dalam dunia bisnis, manusia perlu menempuh gradasi spiritual (maqamat) melalui metode sufistik (al-Tariqah al-Sufiyah). Antara lain dengan taubat, sabar dan syukur, khauf dan raja’, zuhud, tawakal, dan mahabbah

“Pada tahap implementasi, bisnis dengan pendekatan sufistik menarik perjalanan mikraj ke dunia atas (langit, ruh), di mana diri (self) mendapatkan pencerahan. Selanjutnya, untuk menjalankan misi ‘imarat al-ard sebagai khalifah Allah, manusia melakukan perjalanan kembali turun dengan kesadaran baru,” paparnya.

Dikatakannya, bahwa bisnis sufistik menjadi perangkat yang menghubungkan antara keduniaan (harta) dengan spiritualitas. “Dengan itu, seorang pengusaha bisa menjalani kehidupan secara seimbang dan harmonis; menjadi sufipreneur,” jelasnya.

Ya, kajian disertasi itupun mengantarkan KH Sofiyan Hadi menjadi Doktor di UIN Walisongo Semarang. "Dinyatakan lulus dengan nilai 3.84 dan mendapatkan predikat sangat memuaskan. Dengan demikian, Saudara Sofiyan Hadi berhak mendapatkan gelar Doktor dalam bidang Studi Islam, dan menjadi Doktor ke-164 di UIN walisongo semarang," kata ketua sidang Prof Dr H Abdul Ghofur M.Ag dalam pidato pengukuhan gelar doktor pada kesempatan itu. (ros/ zaim)