LKKNU Jateng Bangun Sinergi dengan PTA Jateng di Momentum Hari Kartini

LKKNU Jateng Bangun Sinergi dengan PTA Jateng di Momentum Hari Kartini

22 Apr 2021
Berita

Gayakumedia.com - Tingginya angka perceraian di Jateng yang berada di urutan pertama di Indonesia, mengundang keprihatinan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU).

Pada 2019, tercatat rasio perceraian di Jateng tertinggi nasional dengan 88,9 per 10 ribu penduduk. Artinya, setiap 10 ribu rumah tangga di provinsi ini, terdapat 89 kasus perceraian. Angka cerai gugat (perceraian yang diajukan pihak istri) mencapai 72% (5.622 kasus dari 7.815 perkara), dan angka dispensasi kawin (usia belum 19 tahun) sebanyak 4% (303 kasus dari 7.815 perkara).

Dr Sari Hernawati, Ketua LKK PWNU Jateng, meyatakan, tingginya angka cerai gugat di Jateng, tak lepas dari tingginya kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Banyaknya permohonan dispensasi kawin, juga dinilai berisiko melahirkan KDRT baru dalam keluarga, karena ketidaksiapan mental, ekonomi bahkan fisik dan kesehatan reproduksi.

“Oleh karena itu, LKKNU Jateng mengajak semua pihak, terutama Pemerintah (Pengadilan Agama, Kementrian Agama, Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan DPRD) melakukan upaya preventif sekaligus kuratif, agar keluarga-keluarga di Jateng dapat menjadi inspirasi keluarga maslahah, yang tentu saja akan berdampak bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Untuk tujuan itu, pada momentum Hari Kartini, Rabu (21/4/2021) kemarin, LKKNU Jateng mengelar roadshow dan audiensi perdana kepada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jateng yang diterima langsung oleh sang ketua, Drs H Alwi Malik MH didampingi jajarannya yang terdiri atas Drs H Subuki MH, Ahmad Akhsin, Domiri, Ali Maskur dan Zulaikha.

“Alhamdulillah, pihak PTA Jateng pun mengapresiasi positif LKKNU Jateng, dan siap bersinergi dalam legal culture di bidang edukasi dan konseling bagi keluarga, pendidikan bagi calon pengantin, serta pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya. (ros/ zaim)