M Dhofir, Tekuni Seni Bonsai Kelapa

M Dhofir, Tekuni Seni Bonsai Kelapa

08 Mar 2021
Inspirasi

Gayakumedia.com – Saat terjadi pandemi Covid – 19 sejak setahun lalu, masyarakat di berbagai lapisan terkena dampaknya. Banyak yang mesti kehilangan pekerjaan. Paling tidak, yang tadinya usahanya ramai, menjadi sepi.

Hal itu dialami pula oleh M Dhofir, warga RT 2 RW II Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus. Guru mengaji di kampungnya yang dulunya juga berjualan kacamata keliling, juga ikut terdampak pula.

Beruntung, sekitar Februari 2020, ada teman-temannya yang pernah mengajarinya membuat seni bonsai kelapa. Itulah yang kemudian ditekuninya. Dan kini, proses belajar dan usahanya membuat seni bonsai kelapa, telah membuahkan hasil.

“Pandemi yang terjadi, mengharuskan kita di rumah saja. Maka harus ada kreativitas di musim pandemi. Meski di rumah saja, harus tetap berkarya dan bekerja,” ujarnya kepada Gayakumedia.com, Senin (8/3/2021).

Untuk seni bonsai kelapa hasil kreasinya, temanya cukup beragam. Mulai dari yang original, berbentuk burung, bentuk blangkon, bentuk burung hantu, ikan mas, kura - kura, dan lain sebagainya.

“Terkait harga, bervariasi. Mulai dari sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Tergantung bentuknya dan juga tingkat kesulitannya,” katanya yang mengaku mendapatkan bahan baku untuk seni bonsai kelapa dari Pati dan Cilacap.

Dia menjelaskan, untuk membentuk seni bonsai kelapa ini memang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan juga harus mau terus belajar untuk menghadirkan bentuk – bentuk baru yang menarik. Waktu yang dibutuhkan hingga jadi bentuk bonsai kelapa yang menarik, juga cukup lama, paling tidak tujuh bulan.

“Alhamdulillah, untuk pasar atau permintaan seni bonsai kelapa ini sangat bagus. Pelanggan (pembeli) tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga dari Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, dan Cepu (Kabupaten Blora),” ungkapnya. (ros/ zaim)