Memaknai Kritik sebagai (Tanda) Kasih Sayang

Memaknai Kritik sebagai (Tanda) Kasih Sayang

08 Nov 2021
Opini

Gayakumedia.com – Sebuah lembaga atau organisasi, dalam perjalanannya tentu tidak mesti selalu mulus. Raihan atas kinerja yang telah dirancang sedemikian rupa bersama tim atau jajarannya, belum tentu hasilnya maksimal.

Dan sudah pasti, respons atas capaian hasil kinerja yang telah dilakukan (dijalankan), akan muncul dua kubu: pertama adalah yang mengapresiasi atas usaha (kerja-kerja) yang telah dilakukan dan kedua adalah yang mengeluarkan kritik tajam (keras) atas hasil yang dinilai kurang memuaskan.

Pada posisi kinerja capaiannya memang kurang maksimal sehingga berbagai kritik pun bermunculan, apa yang kemudian harus dilakukan? Bagaimana seorang pemimpin merespons beragam kritik yang mendera.

Bagi pemimpin sebuah lembaga atau organisasi yang belum banyak memiliki pengalaman, apalagi jika usia masih muda, bisa jadi kurang positif merespons kiritik – kritik yang mendera. Apalagi jika sudah merasa bekerja maksimal; memeras pikiran, capek fisik dan juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

Dan reaksi kurang positif menanggapi kritik yang muncul, ini bisa jadi juga tidak bisa disalahkan. Namun pada akhirnya harus disadari, bahwa munculnya beragam kritik dalam sebuah lembaga atau organisasi terhadap hasil kinerja yang dicapai, adalah hal yang wajar.

Bagaimana dengan seorang pemimpin yang kenyang dengan pengalaman merespons kritik yang muncul?

Pemimpin yang sudah memiliki banyak pengalaman, tentu akan merespons beragam kritik yang muncul dengan tenang. Tenang di sini tentu saja tidak kemudian cuek atas kritik yang ada, tetapi dengan menyiapkan strategi – strategi untuk perbaikan – perbaikan.

Hal yang akan dilakukan -paling tidak- akan melakukan evaluasi secepatnya; mana yang harus dilakukan pembenahan – pembenahan. Dan juga tidak akan gegabah menyalahkan tim (struktur) dan jajarannya.

Bahkan bisa jadi, pemimpin yang sudah pengalaman ini akan merasa berterima kasih atas beragam kritik yang muncul. Sebab, itu bisa juga menjadi bahan evaluasi, yang pada gilirannya bisa dijadikan bahan mencari penyelesaian atas problem yang ada atau dihadapi.

Selain itu, beragam kritik yang muncul, akan dimaknai sebagai wujud kasih sayang. Paling tidak, mereka yang melakukan kritik sebenarnya adalah orang – orang yang peduli, sehingga ingin melihat yang terbaik dan hasil maksimal.

Dan sikap inilah yang mestinya dikedepankan. Yaitu memaknai kritik sebagai kasih sayang. Karena dengan demikian, seorang pemimpin akan tetap tenang menghadapi problem yan dihadapi, dan pikirannya tetap jernih untuk mencari alternatif – alternatif solusi. Tidakkah demikian? (ros/ zaim)