Memaksimalkan Teknologi Informasi untuk Dorong Lahirnya Generasi Kreatif – Inovatif

Memaksimalkan Teknologi Informasi untuk Dorong Lahirnya Generasi Kreatif – Inovatif

17 Jan 2021
Opini

Era teknologi informasi yang sangat canggih, yang antara lain bermanfaat bagi cepatnya seseorang mengakses informasi, menjadi salah satu hal positif perkembangan teknologi yang harus disyukuri.

Teknologi informasi ini kemudian mengilhami hadirnya berbagai media sosial (medsos), yang memudahkan satu sama lain berbagi kabar dan infomasi. Namun apakah semua kabar dan informasi yang dibagi itu bermanfaat atau tidak, itulah yang menjadi pertanyaan.

Dan diakui atau tidak, fakta menunjukkan, banyak sekali kabar dan informasi kurang penting –untuk tidak mengatakan sebagai informasi sampah- menjejali berbagai media sosial yang banyak diakses  masyarakat.

Akibatnya, perkembangan teknologi informasi berikut perkembangan medsos, justru memicu munculnya tantangan (kendala) dalam penumbuhan tradisi membaca dan literasi, khususnya bagi pelajar. Belum lagi merebaknya game online, yang sangat menyita perhatian mereka.

Sebagai pelajar, mestinya membaca buku-buku pelajaran dan buku-buku lain untuk peningkatan wawasan dan intelektualitas, adalah menjadi kebiasaan yang mesti dilakukan secara terus menerus.

Kenyataannya, alih-alih membaca buku, bahkan ketertarikan terhadap buku pun kini sudah tertaklukkan oleh kegemaran bermain medsos melalui gawai yang senantiasa berada di genggaman. Belum lagi bermain game yang menjadi kegemaran banyak pelajar, dan itu bisa dilakukan berjam-jam lamanya tanpa mengenal waktu.

Harus Diarahkan

Tidak ada yang salah dengan teknologi informasi yang berkembang. Plus minus terhadap berbagai hal yang ada di dunia, menjadi sesuatu yang niscaya. Maka, kembali kepada siapa yang menggunakannya.

Pisau di tangan seorang chef andal, akan menjadi sarana membantu mengolah bahan masakan menjadi hidangan yang lezat. Namun bagaimana jika pisau itu di genggaman orang dengan perangai buruk? Tentu bisa membahayakan.

Demikian pula dengan perkembangan medsos yang mengiringi perkembangan teknologi informasi yang ada di era sekarang. Di satu sisi, ia akan membuat orang ‘’lupa diri’’ dan ‘’lupa waktu’’ jika sudah kecanduan dengan medsos maupun game online.

Akan tetapi bagi pelajar dengan kesadaran akan pentingnya menata diri untuk menghadapi serta meraih sukses di masa depan, maka mereka tidak akan mau tunduk terhadap teknologi informasi yang ada. Justru mereka akan berpikir, bagaimana agar perkembangan teknologi informasi itu, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan intelektual dan kapasitas dirinya.

Maka yang perlu dilakukan kemudian, adalah bagaimana mengarahkan para pelajar –juga generasi muda secara umum- agar bisa menggunakan perangkat teknologi informasi dengan baik, bijak dan bermanfaat dalam menyiapkan diri menghadapi zaman yang kian berat tantangannya.

Pertama, lakukan pendampingan. Harus disadari oleh para orang tua, pendidik (guru) dan pemerhati pendidikan lain bahwa dibutuhkan pendampingan yang intens terhadap pelajar (dan generasi muda), agar tepat dan bijak dalam memanfaatkan gawai.

Pendampingan secara intens kepada pelajar (dan generasi muda), bagaimana memanfaatkan gawai dan mengakses informasi di medsos secara baik, ini sangat penting agar mereka bisa mengambil hal-hal positif dari sana.

Kedua, tunjukkan pelajar bagaimana memanfaatkan medsos dengan baik. Banyak informasi yang kurang penting berseliweran di medsos dan jagat maya secara lebih luas. Namun tentu harus diingat, banyak pula informasi-informasi penting dan inspirasi-inspirasi yang bisa diakses.

Maka, ajak pelajar dan generasi muda menjelajahi beragam informasi menarik dan membaca kisah-kisah inspiratif, supaya mereka bisa mengambil teladan dari informasi dan inspirasi yang dibacanya.

Ketiga, dorong jadi generasi kreatif dan inovatif. Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa banyak kisah-kisah inspiratif yang bisa diakses di medsos dan jagat maya secara umum. Inspirasi-inspirasi itulah, yang kemudian bisa dijadikan sebagai bahan mendorong pelajar dan generasi muda menjadi pribadi-pribadi yang kreatif dan inovatif.

Dengan kata lain, tanamkan kepada para pelajar dan generasi muda, bahwa pelajar dan generasi muda itu memiliki potensi masing-masing, yang itu harus digali, kemudian ditempa dan dikembangkan. Menempa diri itu tentu harus dilakukan terus menerus, hingga pada saatnya, mereka bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. (ros/ zaim)