Nikmatnya Nasi Pecel Tumpang Khas Jawa Timur

Nikmatnya Nasi Pecel Tumpang Khas Jawa Timur

11 Jul 2021
Gaya Hidup

Gayakumedia.com - Nampak seorang perempuan paruh baya melayani pembeli. Tangannya begitu piawai meracik bumbu hingga membungkus nasi. Satu persatu konsumen yang antre dilayaninya. 

Aktivitas tersebut dilakukan oleh Sani setiap paginya di Jl Prof. Sudharto, tepatnya di depan Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dia menjual aneka makanan khas dari beberapa daerah di Jawa Timur. Antara lain nasi pecel tumpang khas Kediri dan Nganjuk, lontong pecel khas Madiun, hingga aneka gorengan. 

Sani mengatakan alasan dirinya berjualan makanan khas Jawa Timur karena menurutnya jarang ditemui makanan yang berasal dari Kota Kelahirannya. Melihat peluang tersebut, akhirnya Dia memberanikan diri untuk memulai berjualan. 

"Karena daerah sini kebanyakan masakannya itu serba manis, kemudian masakan asli Jawa Timur itu jarang. Sudahlah saya coba jualan nasi pecel dengan sambal tumpang khas Kediri dan Nganjuk," ungkap Sani kepada Gayakumedia.com, Sabtu (10/07/2021).

Perempuan kelahiran Nganjuk itu, mengungkapkan yang membedakan nasi pecel yang dijualnya dengan nasi pecel lain, adalah penyajiannya dengan sambal tumpang. Sebuah masakan berkuah kental berbahan dasar tempe busuk.

Tempe yang nyaris busuk itu ditumis dengan aneka rempah-rempah, santan, dan diberi sedikit penyedap rasa. Berbeda dengan sambal lain, sambal tumpang berwarna putih dengan bau tempe hampir busuk yang khas.

"Barangkali ada mahasiswa asal Kediri, Nganjuk atau daerah dari Jawa Timur, yang tinggal di sini, dan kangen dengan masakan khas kelahiran biasanya pada ke sini," terang ibu satu anak itu. 

Bahkan diakuinya, selama berjualan sejak Juni 2020, peminat nasi pecel sambal tumpang, juga cukup banyak diminati bagi masyarakat sekitar. 

Sani menjual sambal tumpang buatannya, dengan harga terjangkau yakni Rp 7.000, itu sudah dengan rempeyek. Sementara jika menambah nasi, konsumen cukup menambah Rp 3.000. Sedangkan aneka gorengan dijualnya, dengan harga Rp 1.000.(Iqbal / ros, zaim)