Nyadran dan Ruwahan, Tradisi Baik yang Mesti Dirawat

Nyadran dan Ruwahan, Tradisi Baik yang Mesti Dirawat

17 Mar 2022
Opini

Gayakumedia.com - Ada beragam tradisi yang digelar oleh masyarakat di berbagai wilayah di Nusantara, khususnya di Jawa, dalam menyambut datangnya Ramadan. 

Dua di antara tradisi itu adalah nyadran dan ruwahan. Nyadran adalah tradisi masyarakat menziarahi dan membersihkan makam oranh tua dan kerabatnya. 

Tentu, dalam tradisi ini tak lupa mendoakan orang tua dan kerabat (ahli kubur) yang telah lebih dulu menghadap Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Untuk melakukan nyadran, mereka yang berada di tanah rantau pun akan mementingkan untuk mudik dan nyekar di makam orang tua dan kerabatnya.

Selain nyadran, juga ada ruwahan. Ruwahan ini merupakan tradisi berkirim doa, biasanya dilakukan rumah - rumah. Tapi ada juga yang digelar secara massal di musala - musala atau masjid.

Tradisi berkirim doa kepada arwah ini kemudian dikenal dengan "ruwahan umum" atau "ruwahan massal". Acara ruwahan massal ini pun selalu dinanti masyarakat.

Dan kedua tradisi menyambut Ramadan itu, baik nyadran maupun ruwahan, ini adalah tradisi baik yang perlu dirawat. Kalau pun ada yang mengatakan itu sebagai bid'ah, maka biarkanlah, karena itu masuk dalam bid'ah hasanah. (redaksi)