Pentingnya Menjaga Lisan (2)

Pentingnya Menjaga Lisan (2)

13 Mar 2021
Kalam

Gayakumedia.com - Allah Ta’ala berfirman dalam al-Quran: ”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS Al-Mukminun, 23:1-3)

Saudaraku, ada satu fasilitas dari Allah yang akan menjamin kita terbebas dari maksiat, dan aneka kesia-siaan. Fasilitas tersebut adalah zikrullah (banyak mengingat Allah).

Dengan banyak berzikir, lisan akan terkondisikan untuk senantiasa mengatakan kebaikan dan terhalang dari mengatakan keburukan, seperti ghibah, namimah, atau sekadar mengobrol yang sia-sia.

Maka, alangkah bijak apabila kita menggunakan “fasilitas” supermewah ini. Jangan dinanti-nanti. Jangan ditunda-tunda. Apabila ada kesempatan, segera lakukan. Toh, yang namanya zikrullah bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa saja.

Memang, zikrullah itu ada yang terbatas waktu, tempat, dan terkait dengan peristiwa tertentu, semisal zikir di dalam salat, zikir setelah salat, zikir pagi dan petang. Namun, ada pula zikir yang tidak terbatas waktu dan tempat; tidak harus selalu terkait dengan peristiwa tertentu.

Zikir pujian termasuk ke dalam katagori jenis ini, semisal membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah, istighfar, shalawat, ataupun zikir al-asma al-husna.

Berikut ini beberapa zikir “bebas” yang dapat kita lakukan secara dawam (terus-menerus), sehingga terjaga dari dosa-dosa lisan, sekaligus menambah pundi-pundi pahala di sisi Allah.

Tasbih dan Tahmid

Rasulullah Muhammad kerap menyatukan bacaan tasbih dan tahmid dalam zikirnya.

Baginda Rasul pun bersabda: “Siapa mengucapkan ‘subhanallahi wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) 100 kali dalam sehari, niscaya dosa-dosanya akan digugurkan walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Adakah yang tahu berapa jumlah buih di lautan? Tiada seorang yang tahu selain Allah. Artinya, sebanyak apa pun dosa kita, Allah pasti akan mengampuninya, asal kita sungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya, dan menghiasi taubat tersebut dengan banyak berzikir. Salah satunya dengan mendawamkan bacaan tasbih dan tahmid. (zaim, dari berbagai sumber)