Persoalan Kebangsaan dan Persiapan Muktamar Muhammadiyah, Dua Hal Penting yang Dibahas Ganjar-Haedar Nashir

Persoalan Kebangsaan dan Persiapan Muktamar Muhammadiyah, Dua Hal Penting yang Dibahas Ganjar-Haedar Nashir

06 May 2022
Berita

Gayakumedia.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sowan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (5/5/2022) kemarin.

Dia bertemu dengan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir didampingi ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr Tafsir. Pada kesempatan itu dibahas berbagai persoalan kebangsaan dan persiapan Muktamar Muhammadiyah pada November 2022 mendatang. 

"Sebenarnya keinginan untuk sowan ke Pak Haedar itu sudah lama, tetapi waktu itu masih covid, sehingga tertunda. Kira-kira hampir tiga bulan lalu. Kebetulan ini saya lagi di Jogja, saya kontak beliau dan Pak Haedar ada waktu," kata Ganjar.

Dia mengemukakan, beberapa hal yang dibicarakan dengan Prof Haedar Nashir antara lain tentang ekonomi kecil atau mikro dan usaha kecil menengah (UKM). Bagaimana usaha kecil harus mendapatkan perhatian untuk mendongkrak perekonomian. 

"Beliau (Prof Haedar) cerita soal politik pertanian, ini menarik, khususnya politik pangan karena disampaikan ada masalah minyak goreng yang mesti diselesaikan meskipun apresiasi juga bagus karena pemerintah bisa tegas," paparnya.

Terkait politik pangan, obrolan lebih fokus pada cara menggerakkan ekonomi dengan kekuatan bangsa, khususnya dari anak-anak kandung Indonesia sendiri. Misalnya mengenai beberapa komoditas pertanian seperti bawang, kedelai, garam, dan lainnya.

"Itu menjadi cita-cita yang bagus. Terakhir tentu apa pun yang mesti dituju ya sila kelima Pancasila, keadilan sosial itu yang mesti diarah. Itu butuh partisipasi seluruh anak bangsa, butuh persatuan," paparnya.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menguatkan beberapa pokok bahasan dalam silaturahmi tersebut. Pertama terkait situasi kebangsaan, di mana ada tukar pandangan antara Haedar Nashir dengan Ganjar Pranowo.

"Tukar pandangan tadi dalam suasana yang sangat sejuk. Tidak ada sesuatu yang saling bertentangan tetapi yang ada harmoni dari kedua tokoh ini," ungkapnya.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah ini menambahkan, pandangan Muhammadiyah sangat jelas mengenai situasi kebangsaan. Seperti yang sering disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah. Yaitu pemimpin bangsa itu harus berdiri di atas segala golongan. Pemimpin bangsa tidak boleh berpihak pada satu kelompok.

"Kalau istilah Pak Haedar itu, negara tidak boleh bermahzab. Mahzab pemimpin itu ya memayungi semuanya. Itu sudah banyak ditulis oleh Pak Haedar. Itu juga," tuturnya.

Hal lain yang dibahas adalah terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah. Rencananya, Muktamar akan diselenggarakan pada 18-20 November 2022.

"Terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah. Bagaimana Jawa Tengah, Pak Gubernur sebagai pemimpin Jawa Tengah, siap mendukung. Dua hal itu yang dibahas, yakni persoalan kebangsaan dan terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah yang dibahas," jelas Tafsir. (ros/ zaim)