Puisi – puisi M. Yazid Ahsanunnafi’

Puisi – puisi M. Yazid Ahsanunnafi’

03 Mar 2021
Puisi

I.               ESOK

Menghadap dalam seringai racauan

Entah sadar akan distorsi-distorsi nalar

Atau tenggelam duniawi terhadap relung awam

Menjilat getir usaha fana sang mawar

 

Tiada nikmat kan kau pandang renyah

Bila mawar berduka terlebih dahulu mustahil tercipta

 

Pejam malu pipinya masih terjaga

Sesaat, kulirik napas palsu di balik pelita

Mawar, ia terlahir dari lisan alas rumah

Di kala kunantikan rahasia penghasil jelaga

 

Aku masih mengingat-ingat ingatanku

Sekadar putih menghias mawarku

Polesan coba melangkah lembar kisahku

Namun misteri telah deskripsikan hidupku

Mawarku, esokku.

 

II. Teater Negeri Surga

Merenung, mencanda suguhan latar ini

Dari tepi pulau barat daya

Terpampang teater para biduan

Kesampingkan potensinya dalam puja bahagia

Di balik aduan pembanting tulang yang tersembunyi

 

Akhirnya, diriku tersadar dalam tawa

Berpaling mata, terkagum ria

Betapa rangsang hijaumu semburkan nafasnya

Beriring melodi cuit dari ranting cemara

Diujung hasrat, terbesit asa

 

Di sinilah nenek moyangku meniadakan keberingaannya

Dalam segel beku Arcapada

Meninggalkan fana bumantara Pertiwi

Juga karbohidrat yang ia sebat, dan ranu yang terkuasai

 

Bolehkah kucumbui pasir legendamu?

Izinkan buruh kasar ini mencerna kayu dan batumu

Siramlah beku kering kalbuku

Sadarkanlah angkuh nuraniku

Di ambang teater mengerikan anak cucuku

Indonesiaku

 

II.              Temuan Columbus

Mengibarkan teriak keraguan

Ini adalah masa pencerahan

Kau kirimkan mandat berdasar korban

Konflik abad yang tak pernah kau menangkan

 

Akhir pertengahan mendaratkanku

Bersama tiup derita dan ratus pangku

Ramah suku pasca luasnya biru

Juga emas pelopor zaman baru

Namun penjaralah yang menjadi surgaku

 

========================================

M. Yazid Ahsanunnafi’,

Adalah penulis kelahiran Semarang, 31 Juli 2002 lalu. Keluarga besarnya tinggal di Jalan Mugas Dalam I No. 15 B, Semarang Selatan, Kota Semarang. Ia sendiri, sampai saat ini masih memilih “nyantri” di Kota Kudus.

Penulis bisa dihubungi melalui e-mail: yazidalfidnazih@gmail.com. Bisa juga ditengok akun medsosnya di Yazid Alfid (Facebook) atau @yazid_nafi (Instagram). (*)