Puisi – puisi Sadzali Alfinnuha

Puisi – puisi Sadzali Alfinnuha

08 Dec 2020
Puisi

KIAIKU

(Untuk KH. Choirozyad)

 

Gertak halus tongkatmu kiaku

Terus mengalun dalam kitab hadis ahkamku

Nyanyian arabmu, masih merdu di telingaku

 

Kiaiku

Kau telah sedikit banyak mengurangi kebodohanku

Senyummu mengembang teriring luas pengetahuan

Sejarah runtut kau turut, dengan patut

 

Kiaku

Kopiah hitam kau kenakan seolah untuk menekan keangkuhan

Rambut putihmu yang halus bagai kaum darwish

yang merengkuh kearifan

 

Kiaku

 

***

RESTU

 

Aku kecup pungung tangan ibu

Seraya sesenggukan meminta restu

 

Pada mulanya

Aku tidak mengerti dengan pasti

Bagaimana rasanya menjadi santri

Kudus seolah memanggilku dengan halus

Dan Menara sebagai pembuka cakrawala

 

Di gerbang hijau itu aku bulatkan tekad

Menjadi manusia bermartabat  

 

***

PENCERAH

 

Kerusakan akhlak halimun kehidupan

Kecerdasan bernaluri khayawan

Syair bertinta emas mengalung di leher Kakbah

Hati semakin gelap tuli akan sinar akidah

 

Telah lahir seorang utusan

Sumber ada dari segala ketiadaan

Semesta takzim sambut sang penenteram

Dari dunia yang kelam

 

Berhala sesembahan tak lagi mengakar

Gajah-gajah gagah tunggang langgang

Abrahah gerah, prajuritnya kepanggang

 

Ababil datang

Bukti lain kegaungan, dan yang sedang dilahirkan

 

 

Para peramal berbondong memberi kabar

Bahwa telah datang ajaran yang benar

Suku Quraisy ingkar, menawarkan cercaan

Sungguh hati utusan seakan rembulan dalam keterbelahan

 

Sosoknya bagai hakikat yang tak mampu dipahami

Dari dekat ataupun jauh tak ada yang mengerti

Seolah matahari yang tampak kecil dari kejauhan

Padahal tak mampu memandang bila berdekatan

 

Pecinta, sering menuturnya lewat bahasa

Mereka merasa paling mengerti pekertinya

 

Sementara

Para penyair berlomba-lomba berpuisi

Menggambarkan pribadi yang penuh budi

Dari pilihan diksi hingga liukan rima

Keindahannya tiada mampu terdeteksi oleh kata

 

***

SEBUT SAJA

 

Sebut saja diriku

Dengan itu anganmu

Dengan itu inginmu

 

Sebut saja namaku

Dengan pikat rapalmu

Dengan pikat rayumu

 

Sebut saja jiwaku

Dengan lembut sikapmu

Dengan lembut parasmu

 

Sebut saja sukmaku

Dengan indah duniamu

Dengan indah hidupmu

 

Sebut saja adaku

Dengan segala langkahmu

Dengan segala bayangmu

 

; Sebut saja sesukamu

 ===

Sadzali Alfinnuha, adalah pemuda kelahiran Pati pada 17 Maret 1999. Ketua Dewan Mahasantri (Dema) Ma’had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus ini tertarik dengan dunia penulisan, baik populer maupun sastra. Saat ini juga tercatat sebagai pengurus Dema Asosiasi Ma’had Ali (AMALI) untuk wilayah Jateng II yang meliputi Kudus, Jepara, Demak, Tuban, Sarang, Kajen, dan Semarang.