Rayakan HUT ke-5, POG Kuatkan Visi Jadi Teladan Berlalu Lintas

Rayakan HUT ke-5, POG Kuatkan Visi Jadi Teladan Berlalu Lintas

06 Dec 2021
Gaya Hidup

Gayakumedia.com - Police Owners Group (POG), komunitas para biker penggemar motor Harley-Davidson tipe Police, merayakan ulang tahun yang ke-5 pada 5 Desember 2021 kemarin di Moto Village, Kemang, Jakarta Selatan. 

Perayaan ulang tahun ini, selain dihadiri biker POG, juga dihadiri beberapa klub sahabat, di antaranya Harley Owners Group (HOG) Anak Elang Jakarta Chapter, Kemplo Riders Indonesia, HOGERS Indonesia, Pilotos MC Indonesia, FOC MC Indonesia, Blind Eagle MC, Motor Besar Indonesia (MBI) Bogor, Bikers Brotherhood MC, dan Bikers Brotherhood 1% MC.

Namun karena masih dalam situasi pandemi, maka anggota POG dan tamu undangan yang hadir adalah yang telah menjalani dua dosis vaksinasi Covid-19 dan lolos tes swab antigen Covid-19 yang disediakan di lokasi acara, serta wajib mematuhi protokol kesehatan.

Rangkaian perayaan ulang tahun ini diawali dengan rolling thunder para biker POG, lengkap dengan seragam abu-abu khas kebanggaan POG. Dilanjutkan pengangkatan Dewan Penasihat POG, yaitu Chief Enggartiasto Lukita, Chief Ivan Petrus Sadik, Chief Komjen Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna dan Chief Jend. Pol. (Purn) Drs. Roesmanhadi. Penyerahan plakat kepada para Dewan Penasihat sekaligus pemotongan tumpeng dilakukan oleh Presiden POG, Chief Sonny Wibisono beserta Pembina, Chief Rudy Bratanusa. Puncak selebrasi ulang tahun dilakukan dengan meraungkan suara khas motor Harley-Davidson tipe Police yang dilakukan oleh Chief R. Yustiar Nugroho. 

Ulang tahun POG ini pun nampak meriah, karena yang didukung oleh Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Triumph Motorcycle, Probike, Kemplo Riders Indonesia, MobilTM, Bank BNI, El Hotel Royale, Auto2000, 26 Coffee, Moto Village, Intan Advertising, dan ditutup dengan hiburan atraktif oleh  Andi/RIF, Repvblik dan Diana Dee.

Bakti sosial menjadi salah satu agenda yang tak bisa ditinggalkan dalam setiap event yang digelar POG, termasuk dalam ulang tahun ke - 5 kali ini. “Bakti sosial menjadi agenda yang rutin dan wajib dalam setiap kegiatan kami,” tutur Chief Ronny Roncho, salah satu founder POG. 

Disampaikannya, setiap kegiatan baik touring atau acara lain, anggota mengumpulkan dana untuk berbagi. Jika sedang touring, dana itu disalurkan ke daerah yang kami lewati. Kegiatan bakti sosial juga dilakukan ketika ada bencana atau kondisi khusus seperti pandemi Covid-19.

"Saat pandemi, POG dari setiap daerah melakukan bakti sosial, membantu masyarakat yang terdampak. Sedang saat acara, akan kami salurkan dana dari anggota maupun sahabat ke beberapa tempat yang membutuhkan bantuan. Saat ini, misalnya, kami berbagi kepada Panti Asuhan An Naba Bintaro, Rumah Qur-an Al Fatih, Pondok Gede, dan Pesantren Kumala Lestari, Cianjur,” terang Chief Ronny Roncho. "Penyerahan bantuan dilakukan oleh Presiden POG, Chief Sonny Wibisino dan Sekretaris Jenderal atau Sekjen, Chief Rama," lanjutnya.

Tertib Berlalu Lintas

Dengan tema The 5tory of Glory, POG ingin agar seluruh anggotanya dapat merayakan kebanggaan terhadap POG. Selain itu, The 5tory of Glory juga merayakan perjalanan POG selama lima tahun yang dimulai dari 10 orang pendiri. 

“Awalnya kami para penyuka motor Harley-Davidson tipe Police tercetus ide untuk membuat satu komunitas. Pada Desember 2016 pun didirikan Police Owners Group, dengan anggota hanya 20 orang,” kenang Chief Sonny Wibisono, President POG. 

Dia mengatakan, POG kini sudah berkembang, dengan anggota lebih dari 300 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya Aceh, Padang, Jambi, Palembang, Lampung, Bali, Kalimantan, Sulawesi, seluruh propinsi Jawa, hingga Papua. Beberapa kota sudah mendirikan Squad untuk mewakili daerah, seperti POG Squad Bandung, Bali dan Cirebon.

"Untuk menjadi anggota POG, persyaratannya tentu saja harus memiliki motor Harley-Davidson tipe Police. Hanya ada dua jenis motor Harley-Davidson yang memiliki tipe Police yaitu Electra dan Road King. Selain itu, POG juga menekankan pentingnya karakter dan reputasi yang baik dari anggotanya, untuk itu setidaknya calon anggota harus telah disetujui oleh dua Pengurus POG. Sedang untuk skill, POG memberikan safety riding school bagi para anggota," tuturnya.

Antusiasme biker terhadap motor Harley-Davidson tipe Police ini meningkat pesat. Apalagi karena motor tipe ini termasuk sulit untuk didapatkan. “Di dunia, motor Harley-Davidson tipe Police hanya dijual bebas di Indonesia dan Mexico. Di negara lain di seluruh dunia, motor ini hanya dijual untuk penegak hukum atau polisi negara masing-masing. Itulah uniknya motor ini. Tidak semua orang yang punya uang bisa memiliki motor Harley-Davidson tipe Police  karena begitu langka dan tidak dijual secara umum. Kalaupun ada, pasti langsung laku karena menjadi waiting list yang cukup banyak,” paparnya.

Tak hanya motornya, tambahnya, asesoris dan apparel yang senada dengan motor Harley-Davidson tipe Police ini pun tergolong sulit didapat. Karena itu, pada HUT ke- 5 ini, POG sekaligus meresmikan Sekretariat POG di Moto Village, Kemang, Jakarta Selatan, yakni Home for POG Enthusiasts atau HOPE. Sekretariat ini pun menyediakan merchandise khas POG seperti kaos, topi, mug, payung, dan lain-lain. 

“Kami sempat tak menyangka ternyata penggemar POG ternyata semakin banyak dari waktu ke waktu,” tutur Chief Panglima Dedi Tiyoso yang akrab disebut Chief Dete. “Kami juga ikut bangga, karena anggota POG juga tampak bangga dengan POG. Karena itu, sesuai dengan impian lama kami, HOPE kini resmi diluncurkan, dan dapat digunakan sebagai markas POG, sebagai tempat penjualan merchandise resmi POG dan kegiatan positif lainnya,” bebernya.

Disebutkan, bahwa beberapa item merchandise dapat juga dibeli oleh masyarakat umum. “Selama lima tahun berkegiatan, ternyata masyarakat juga mulai suka dengan POG. Dengan kualitas dan desain yang bagus, kami mulai sering mendapat pertanyaan dari umum apakah bisa mendapatkan apparel dan merchandise kami,” jelas Chief Dete. 

Ketertarikan masyakat ini didukung juga oleh kerapian yang selalu ditonjolkan oleh para biker POG. “Dalam setiap touring, POG selalu tertib berlalu lintas dan sangat rapi dalam melakukan kegiatan. Sampai-sampai di setiap kota yang kami lewati, itu menjadi hiburan dan masyarakat selalu ikut mendokumentasikan melalui foto dan video. Syukur alhamdulilah, semoga ini bisa menghilangkan persepsi arogansi dari motor besar. Dalam kegiatan kami, POG harus santun dan saling menghormati dengan sesama pengguna jalan yang lain,” jelas Chief Sonny. 

Selain menghibur masyarakat dan menerapkan saling menghargai antara pengguna jalan, POG yang memiliki slogan 'Bersama POG, Kita Bisa' ini berharap dapat juga menularkan semangat untuk taat berlalu lintas. 

“Kami ingin POG menjadi organisasi bermotor yang menjadi panutan dan role model dalam tertib berlalu lintas serta dapat menularkan semangat ini ke semua pengguna jalan,” tutup Chief Sonny. (rls/ ard, zaim)