Seikat Rindu - Puisi Marty Ry

Seikat Rindu - Puisi Marty Ry

23 Apr 2022
Puisi

1). Seikat Rindu

Ku seka air di kelopak mata,
Saat kudengar gema adzan,
Yang mengingatkan kepada sosok renta yang tlah memberi rasa damai,
Namun kini tak pernah ada lagi didapat,
Ibu bapak,rindu ini ntuk kalian,
Saat sendiri tak seorangpun ada,
Kala terpuruk dlam jeratan kusut,
Kala jatuh terperosok dlm rasa,
Kala hati rapuh dalam beban yg ada,
Yaaaa ibu bapak kalian tak lagi ada untukku,
Dulu kalian slalu marahi saat aku dalam smua rasa itu,
Ku tau itu cara kalian memberi perhatian dan kasih sayang terhadapku,
Ku sangat faham
Smua karena keterbatasan kalian,
Kini kerinduanku tak lagi bisa terobati,
Kalian tlah tenang di tidur panjang kalian,
Kini ku hanya bisa mengenang kalian dalam pilu kerinduanku,
Kini tinggal nama dipusaran kalian.

Dan cucu kalianpun hanya mengenal nama kalian tanpa sekalipun melihat gurat kasih sayang kalian,
Tuhan sampaikan rindu kami pada ibu bapak juga eyang kami.

02 Oktober 2021

2). Lara Hati

Ku tau kau bohong
Tapi ku diam sajah
Karena ku ingin semua baik" sajah

Ku tahan lara
Yang meluluh lantakkan hati
Meski sebenarnya lah merindu
Yaaa aku merindu tak terbatas waktu

Nurani mengembara
Mencari dikisi kisi ruang yg tak bertepi
Mencari rindu dan cinta nan jauh
Bahkan mengejar ntuk meraihnya
Sampai diujung jalan
Ujung jalan penantian

Kamis ,23 September 2021

3). Rasa yang Terabaikan

Teringat akan dirimu memang kadang menyenangkan,
Namun lebih ke mengesalkan,
Saat tak percaya kekeh mempercayakan,
Saat percaya mulai tumbuh sedikit demi sedikit ditumbangkan,
Saat sakit mencoba mengobati,
Saat sedih menghiburkan,
Namun diujung meninggalkan juga,
Apa maunya,
Hati ini bukan lapangan,
Yang dengan bebas datang dan pergi ntuk bermain,
Ini sepenggal hati yang masih punya rasa,
Jadi jangan salahkan jika suatu saat akan merasa kehilangan,
Kala tersadar jika kopi tlah dingin,
Ketauhilah kalu kopi itu pernah hangat,
Begitu pula dg sepenggal hati,
Hati yang slalu teracuhkan,
Hati yang tak pernah terlihat dan tak pernah dianggap,
Sepenggal hati pun bisa pergi dan menghilang,
Bagai kopi yang tlah dingin,
Mengapa sadar slalu setelah terluka,
Tersadar yang tak mngkin bisa meraihnya kembali,
Enak...? Tidak!
Sakit....? Iya Khan,jelas sakit,
Sekarang diamnya sudah tak memperdulikan lagi,
Al-hasil good bye,,,
Selamat tinggal ntuk yg pernah menoreh luka,
Sepenggal hatipun bisa.

                         Sepenggal cerita dari
- Kota kecil-
Awal oktober

Marty Ry, adalah penulis lepas dan pecinta karya sastra, tinggal di Kota Purwokerto, Jawa Tengah.