Wanita Harus Mandiri dan Punya Inisiatif

Wanita Harus Mandiri dan Punya Inisiatif

08 Apr 2022
Kalam

Gayakumedia.com – Seorang wanita memiliki beban dan tanggung jawab yang tidak ringan. Satu sisi, dia harus mendampingi suami. Dan di sisi yang lain, ia juga dituntut untuk membangun kemandiriannya.

Adanya tuntutan yang teramat berat itulah, maka Dr Ekawati Rahayu Ningsih SH MM CIAR, dosen pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu berpandanganya, bahwa seorang wanita sangat penting untuk mandiri dan memiliki inisiatif-inisiatif.

Hal itu disampaikannya dalam “Siramah Islami Sejuta Ulama” yang mengusung tema “Peran Wanita dalam Mewujudkan Kemandirian Perekonomian Umat” persembahan Gayaku TV (Graha Dymo/ Graha Gayaku Grup), Jum’at (8/4/2022). “Wanita harus mandiri dan inisiatifnya harus muncul. Tapi mesti punya kontrol diri,” tuturnya.

Selain itu, dalam pandangan Dr Ekawati Rahayu Ningsih, seorang wanita juga harus percaya, bahwa dia bisa menghidupi diri sendiri. “Wanita (itu) memikul beban yang berat, mulai dari kewajiban mengerjakan pekerjaan dalam rumah tangganya, hingga mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan umat,” lanjutnya.

Dikatakannya pula, bahwa wanita tidak boleh hanya berdiam diri saja di rumah, melainkan harus mandiri secara ekonomi. “Untuk itu, maka wanita di antaranya harus membangun etos kemandirian umat dan masuk pada lingkungan yang bisa mendorong untuk menjadi wanita mandiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dr Ekawati Rahayu Ningsih yang juga pengurus Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Kudus ini mengemukakan, bahwa tidak boleh seseorang itu tidak berusaha (dalam menjalani kehidupan). “Sebab Allah akan menilai usaha yang kita lakukan,” paparnya.

Ia juga menegaskan, bahwa Allah dan Rasulullah menganjurkan umat untuk bekerja keras. “Rasulullah adalah teladan penting, bahwa izzah (kemuliaan) itu tergantung pada usaha (yang) kita (lakukan),” jelasnya. (senen, ros, zaim)