Stik Daun Kopi, Buatan Pemuda Temanggung

Stik Daun Kopi, Buatan Pemuda Temanggung

10 May 2021
Inspirasi

Gayakumedia.com - Antoro Pringgo (27), Pemuda Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung mampu menjadikan daun kopi sebagai cemilan enak yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Ya, cemilan itu dia beri nama stik daun kopi Mr Farmer. 

Ide membuat stik daun kopi itu muncul, saat Antoro melihat sebuah pameran di Yogyakarta. Kemudian, dirinya mencari beberapa referensi perihal cara pengolahan daun kopi di internet. Hingga kemudian dirinya menekuni pembuatan stik daun kopi. 

“Setelah di rumah akibat pandemi, saya terus membuat usaha kecil-kecilan yang saya beri nama Mr Farmer, dan stik daun kopi menjadi salah satu produk unggulannya,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Di satu sisi, kreativitasnya itu dilatarbelakangi atas keprihatinannya saat melihat daun kopi hanya dipandang sebagai limbah. 

“Selama ini, daun kopi hanya dianggap sebagai limbah, tetapi sebenarnya sejak zaman dulu bahkan waktu penjajahan Belanda, daun kopi sudah bisa dijadikan bahan makanan,” ujarnya. 

Untuk jenis daun yang dijadikan bahan stiknya, Antoro memilih daun autotrof (daun yang tumbuh ke atas). Menurutnya daun-daun itu sering dibuang oleh petani secara cuma-cuma, karena dianggap mengganggu pertumbuhan biji kopi. Kemudian daun-daun itu dikumpulkan, dan diolah. 

"Daun yang masih muda itu dibersihkan, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tepung terigu serta bumbu untuk kemudian digoreng menjadi stik," jelasnya. 

Berkat ketekunannya kini pemasaran stik daun kopi olahannya itu, sudah dipasarkan hingga luar Kabupaten Temanggung, seperti Yogyakarta dan Semarang. 

“Pertama kali saya coba pasarkan, alhamdulillah respon dari pembeli sangat bagus. Bahkan sekarang stik daun kopi Mr Farmer bisa dipesan melalui toko-toko online. Saya juga berharap stik daun kopi Mr Farmer bisa menjadi salah satu oleh-oleh wajib dari Temanggung,” terangnya. 

Untuk sementara, Antoro mendapatkan bahan baku untuk olahan stiknya di dapat dari kebun pribadinya. Ke depan ia berencana untuk membeli dari petani sekitar.(Iqbal/ros, zaim)